Senin, 18 Desember 2023

Mimpi yang Dicuri

Ada 1 mimpi yang selalu membayangi sampai saat ini, cita-cita, angan menempuh pendidikan yang lebih tinggi.

Dulu saat mengutarakan ingin melanjutkan ke jenjang tersebut, X Mertua menyampaikan bahwa aku bisa melanjutkan, tidak perlu memikirkan jika nanti punya anak. Seiring berjalannya waktu dan kisah yang dilalui, jatuh, takdir mengubah segalanya, aku kubur dalam mimpi itu, beranggap tidak mungkin terjadi.

Waktu masih berjalan namun belum usai. Aku berdua menata hidup dengan anak semata wayangku. Setitik cahaya memberi harapan, memunculkan kembali harapan yang dulu kukubur dalam, ingin kugali kembali, sepertinya aku bisa.

Masih bersama waktu yang mengiringi suka dan duka, kulihat mimpiku dibuat nyata oleh orang yang dulu memberikan harapan, mimpiku dicuri, dia menjalani mimpiku dengan mengabaikan tanggung jawabnya, selamat, Anda harus menanggung akibatnya nanti, silahkan menikmati.

Masih bersama dengan mimpi itu, kukira orang yang membersamaiku dan anakku dapat memberikan dukungan, malah menekankanku untuk tujuan akhirnya, aku gagap, aku kalah berpendapat, aku sadar, aku hanya seorang ibu dan istri (kembali) yang tidak punya kuasa tanpa ridho suami.

Sedih, namun aku seperti mendengar jawaban dan nasehat Tuhan, ini bukan akhir dari segalanya, Tuhan akan memberikan gantinya.

Berjalannya hari dan dinamika kehidupan, kesempatan dan izinku, membulatkan tekad suamiku untuk menempuh pendidikan kembali, ya, itu mimpiku yang kembali dicuri oleh orang yang kukira mendukungku.

Aku bertanya dalam hati pada Tuhan, apakah ini bukan izin dari Mu? sampai aku harus melihat ini kedua kalinya.

Mimpiku dicuri.

Kamis, 08 Juni 2023

2013.....
Tahun penutup bagi yang lama dan pembuka untuk yang baru. Setelah resign dari kantor lama, kurang lebih tiga bulan mencari nafkah di perusahaan outsourcing, " aku harus pindah...aku haruuss dapatkan lebih baik dari yang ini dan dari yang kemarin" seperti itulah suara hatiku bergemuruh. Menjelang akhir tahun...aku berhasil keluar dan menapaki tempat yang baru...let's do it Windaaaa!!! jangan lagi ulangi kesalahan yang dulu, jauhi yang bisa menjerumuskan, bentengi diri!! *yaa..kesalahan ketika tidak bisa membaca kesempatan untuk bisa lebih berprestasi!!

2014
Senaaanngggnyaa...no overtime, no closing day, no monthly report and I the only one lady here. Jarak yang ditempuh pun tidak memakan waktu yang banyak, aku bisa sholat maghrib dirumah. Sampai pada waktunya perusahaan memindahkan beberapa karyawannya / tiap bagian berbeda ke beberapa lokasi, aku kebagian di Sunter.

Warakas, Sunter, Tj, Priok
Jauuh...saat ini aku memang harus bilang ini jauuhh dan amat sangat tidak strategis!! Ok lah dulu aku santai saja untuk lokasi kerja dimanapun, tapi sekarang?? oh no!! aku kelak menikah dan akan hamil, punya anak, bagaimana ini? Sudahlah, ini kisah yang membuat aku menangis tiap pagi dalam hati (saja).

Sarapan Pagi Pelajar
Tiap pagi naik angkot menuju kantor, karena selalu datang lebih pagi (dari duluuu) aku hampir tiap hari bersamaan dengan penumpang para siswa di Warakas. Ada salah satu sekolah negeri, anak-anak yang manis, dandanan pun sewajarnya siswa yang imut-imut. Ketika agak siang, aku bersamaan dengan pelajar yang sepertinya bukan sekolah di sekolah negeri, terutama anak lelakinya, mau tau sarapannya apa? sebatang rokok!! dengan wajah yang innocent, ish ga deh, tapi tampang sok!! maaf ya aku bilang sok, sekarang gini deh mereka (karena beberapa anak) masih pake seragam, masih minta sama ortu (kalau mereka cari uang sendiri pastinya akan sangat menghargai uang dan pendidikan) tapi udah petantang petenteng ngejepit batangan rokok yang menyala dijarinya, dihirupnya kayak lagi menikmati hidup, dan masuk angkot lagi!! haduh dek...ya mending beliin nasi uduk aja atau roti dua ribuan di warung loh...kenyang, otak sehat juga.